Wednesday, August 8, 2007

telor bebek dan lada hitam (?)

Lhokseumawe -- August 08, 2007

Dear Luv,
Dear my Sweet-Sunshine,

Just wanna share you this little conversation I had:
...
Tubuh kami terguncang-guncang dalam double-cabin yang dibawa oleh Domi, sebuah tikungan berlubang dihajar begitu saja olehnya. Tidak sia-sia minum obat anti mabok dua butir tadi. Ouch! Kepalaku menghantam jendela. Sebenernya aku sudah pengen menjitak is jabrik dari Saparua itu. Malam begitu pekat di luar sana, sawah dan bangunan berganti-ganti samar.
"jam berapa keluar dari Banda tadi?" tanyaku
"sembilan apa setengah sepuluh ya?" sahut bu dokter Tin
Dan ini sudah hampir setengah jalan padahal belom dua jam. FYI, jalur dari Banda Aceh ke Lhokseumawe rata-rata ditempuh dalam waktu 6-7 jam, bahkan 8 jam.
"Ah ini kita semua masih bujang kah?" tanya Domi
Nah tuh tahu. "Iya, makanya kasih kesempatan kami menikah dunk"
"Jadi kesempatanmu menikah di tanganku ya?" dari kaca spion is jabrik nyengir.
Armia yg jadi navigator terbahak.
Crap!
Kantuk double-impact menyerangku, karena dua butir obat anti mabok dan secara memang ini jam tidur.
Deretan bingkisan untuk serah-serahan ala Aceh sudah rapi di ruang tamu rumah Agus di Bireun. Besok pagi dia akan menikah. Salute him, 24 and getting married! Dan malam ini Agus tidak bisa tidur.
Kami sedang duduk setelah kekenyangan dijamu makan malam yang... Yah terus terang, the best food I've ever tasted in Aceh secara kali ini adalah ikan bakar dan sambal colo-colo, sedangkan masakan Aceh lainnya bisa dipastikan menggunakan entah apapun namanya yang berbentuk seperti bintang kalau dibelah, berwarna coklat Dan rasanya amit-amit. Aku jadi percaya pada peribahasa yang mengatakan "karena sebutir bumbu rusak sayuran sepanci"... Aannywaay, is Jabrik Saparua itu tiba-tiba tersedak sambil merutuki hp-nya.
"Kenapa Dom?" tanya Dr. Tin
"Ah masak tukang-tukang ini minta dibelikan cd mp3 campursari dan Rhoma Irama. Ini Aceh man, Aceh...!" gerutunya antara jengkel dan geli. Karena dia arsitek sekaligus koordinator dan mandor maka bertanggungjawab pula pada kelangsungan hidup kru pembangun rumah-rumah itu.
Hahahaha... Ternyata hidup is Jabrik lebih menderita dari yang kubayangkan.
"Ah Rhoma Irama itu bagaikan Michael Jackson kalau di kampung mereka sudah" si Domi mengacak jabriknya.
"Oya, tadi waktu talk show di radio pertanyaan yang kuterima lucu-lucu. Padahal topiknya kan tentang menstruasi, masak ada pertanyaan gini: bagi pria, ukuran itu penting ya?" Dr.Tin tertawa geli
"mbak jawab aja, penting gak sih nanya gitu" jawabku asal
"atau mbak jawab aja, ukuran tidak penting, yang penting ketahanan" sambung Jabrik Gila
Aku, Armia Dan Dr. Tin tertawa. Agus menyimak.
"Lalu soal ejakulasi dini segala. Waduh yang terpikir olehku kamu Dom, harusnya kamu ada tadi"
"Ah mbak tidak bilang ke saya, kalau bilang sa kasih jawab ke pendengar resep manjur telor bebek dan lada hitam" Domi mengeluarkan resep rahasia moyangnya di Saparua sana. Teman-teman, catat!
Aku, Armia Dan Dr. Tin tertawa lagi. Agus lebih menyimak.
Sayangnya rumah Agus masih satu jam dari Lhokseumawe, jadi kami harus melanjutkan ke Lhokseumawe untuk menurunkan dr.Tin dan aku, baru kemudian Armia Dan Jabrik Gila kembali ke Bireun, ke rumah Agus. Mereka berdua adalah best men yang bakalan dikutuk oleh Agus jika terlambat karena bangun kesiangan, maka demi Agus mereka rela kembali ke Bireun dan menginap di sana. Dan perjalanan kembali dilanjutkan, rekor 4 jam dari Banda Aceh ke Bireun dipegang oleh Jabrik. Semoga Jabrik tidak mencoba memecahkan rekor dari Bireun ke Lhokseumawe.
...
Yep, am in Lhokseumawe. Kota yang tidak kalah panas dari Banda Aceh. Padahal aku udah bisa menikmati Banda Aceh, yet I've got to move. Dalam rangkaian perjalananku, aku kembali ke kota ini. Kota yang membuatku tertawa terbahak-bahak jika ingat kunjunganku yang terakhir di kota ini hampir setahun yang lalu ketika dengan naif menghindari kejaran polisi syariat.
Aaanywaaay,
I miss both of you so dearly. Thank God that I have you two.
I'll see you when I see you!

Luv,
-onk-

No comments:

Post a Comment