Thursday, August 2, 2007

It's damn hot!

Banda Aceh -- August 02, 2007


Dear Luv,
Dear matahariku,


Laut menepi sudah,
telah sampai aku pada asalku mencintaimu.
Diam pada kala,
menanti suatu tanda.
Tak bisa berhenti,
meletakkan mimpi pada yang tak ada.
Rasa menyiksa,
jiwa tak rela.
Menatap nanar pada yang tercinta.
...


Setelah kedinginan selama 3 hari 4 malam di Medan saat ini dku lagi kepanasan di Banda Aceh. Fuih! Jd gaya muslimah dengan cardigan dan kerudung (ala kadarnya) brukut rungkut hanya berlaku a couple of minutes saja padaku, which is saat keluar dari pengambilan bagasi sampai parkiran mobil dan dari halaman mess sampai masuk ke rumah; saat mengetik email ini segala atribut itu sudah semampir manis di sandaran kursiku wkqkqkq.... Beneran panas! Untung kemaren gak ngikutin saran Aggie (ex-partner yg resign this July and the source of all this misery) utk beli sebuah jilbab instan langsung pakai yg cukup sumuk nampaknya dan very-terribly sumuk pada kenyataannya ketika dipakai. Dan aku nampak sangat aneh dalam benda itu, sejujurnya knapa aku tdk membelinya. Kerudung will be fine but not jilbab, please. Tp aku mengikuti sarannya utk membeli manset lengan sepuluhribuan yang tidak enak dipakai dan tidak ada rencana akan kupakai juga tp baik utk jaga2 siapa tahu butuh secara kaos2ku lengannya cuma basa-basi style alias teramat pendek utk standard norma kebusanaan di Aceh --yang tidak kumengerti sebenarnya mengapa demikian, what was their thinking when releasing such rule, anyway? I simply don't get the point.

Medan dingin, wonder why. Biasanya kota itu puanass dan debu-nya bikin infeksi saluran pernafasan. Have I told you that my partner resigned, yep, dku serah-serahan kerjaan darinya padaku. Phew! Secara resmi dku lah yang akan menggantikannya mengurusi tetek bengek di Medan dan entah di mana lagi aku akan ditempatkan. Which means, more travelling more works less fun and less rest. Yet, the funny thing is the boss mengeluhkan keberadaanku yang puluhan (atau ratusan ya?? mbuh ah) ribu kilometer dari kantor Jogja (baca: her), what was on her mind when signing my Surat Tugas ya?? Belum lagi deadlines dan permintaannya utk beberapa somehow impossible tasks hehe... (Linduts udah biasa kan?). Dengan banyaknya load kerjaan ini, I really don't need her complaining about where I am right now, or just simple say a word to send me home and I'll gladly pack my things and fly to Jogja --that'll be much better. Apa coba kebahagiaanku berada jauh dari rumah, Nero, jagung bakar, sketsasinema, togamas dan matahariku?

...
It's been my 4th day in Banda Aceh, I've got the beat by the way. It's a nice place --if you don't mind with the fuckin'hot weather. Dan secara dku masih harus mengerjakan beberapa hal with my compie, tinggalah aku sendirian di kantor sementara teman-teman menapaki dunia luas di luar sana hiks...

Well, sebenernya gak sedih-sedih amat, pagi ini dapat link ke game tentang disaster risk management --yang katanya community based, pdhal enggak sama sekali wekqkqq... ada aja yg badan-badan internasional itu bilang. The game is actually quite fun --and boring, yah dku masih failed in the mission sih-- tp cukup memberi gambaran bahwa budget tetep harus gede hehe...

Hmm... lagi males kerja, tp kerjaan banyak. Lagi pengen nulis tp gak nyaman juga karena ditunggu kerjaan.. fuih, kerjaan emang biang keladinya.

Aaarrgghh! Kangen... hiks. Kangen kamu, kangen matahariku.


Dalam kerinduan ini, aku memaki terik-mu!
Luv,

-onk-

No comments:

Post a Comment