Thursday, January 18, 2007

resolusi tahun ini: membuat resolusi (?)

January 17, 2007


Dear Luv,

Januari sudah melangkah ke pertengahannya dan lihatlah, belum satu resolusipun yang kubuat. Bahkan tidak resolusi tahun lalu kutulis ulang. Bagaimana aku bisa beresolusi untuk melupakanmu padahal kamu ada bersamaku di saat aku menetapkan waktu untuk menulis resolusi itu? Hari itu seharusnya kamu tidak ada di sana, di awal tahun itu seharusnya kita tidak bertemu, sehingga aku bisa masuk ke dunia sepiku dan menulis --sebuah resolusi untuk melupakanmu. Dan tentu saja, percakapan kita tentang dunia kita selepas pertemuan itu --yang seharusnya memudahkanku untuk melupakanmu dan seperti yang selalu kukatakan bahwa memang sudah saatnya kita saling melangkah meninggalkan apapun yang menahan kita-- ternyata justru semakin mengikatku pada sebuah doa yang bahkan tidak berani kuucapkan.

Dunia sepiku, ah entah bergulir kemana dia. Sudah sekian bulan aku terlalu lelah untuk menapaki setapak itu menuju kesana. [ ini menjelaskan kenapa tulisan tentang Lhoks, Davao dan Natal belum jadi kutuliskan ]. Hujan musim ini pun aneh, cepat sekali berakhir --atau belum? Kalaupun dia turun, tidaklah seramah biasanya. Keramahan hujan yang selalu kutunggu, keramahan hujan yang membuatku merindukannya. Dan aromanya setelah itu... Mungkin dunia sepi-ku juga menanti hujan yang ramah sehingga dia akan bergulir keluar dari persembunyiannya dan mendekapku erat.

dan apa resolusimu tahun ini?


Luv,
-onk-