Soepomo 32 -- September 22, 2007,
Dear Luv,
Dear my sweet-sunset,
...
And in this crazy life
And through these crazy times
It's you
It's you
You make me sing
You're every line
You're every word
You're everything
You're a carousel
You're a wishing well
And you light me up
When you ring my bell
You're a mystery
You're from outer space
You're every minute of my every day
...
--credit to Michael Buble's Everything--
Sungguh menarik, ketika aku berpikir telah kehilangan semuanya ternyata aku mendapatkan lebih banyak. Ketika aku mengira akan terpuruk, ternyata aku melambung semakin tinggi. Meski hanya dalam imajinasiku belaka, meski sekedar impian, jika aku bahagia lalu kenapa?
Matahari, benarkah kamu matahariku?
Sungguhkah kamu benar-benar akan menerangi duniaku?
Hanya kamu,
saat detik dan jarak kita tak bersahabat,
kusertakan dalam tiap tarikan napas ini.
perhaps this is love, perhaps...
luv,
-onk-
Saturday, September 22, 2007
...you're my wishing well, you're everything...
Wednesday, September 19, 2007
Day 1: Arrival
Soepomo 32 -- 19 September 2007
Dear Luv,
Dear my sweet-sunset,
Wish time and distance will not separate us this much. I do hope that I won't lose any single moment that connect us. I am afraid of losing you.
Aku tidak pernah mengira bahwa kesedihan dapat berlalu secepat fajar merekah. Aku tidak pernah menyangka dapat beralih ke matahari yang lain sedemikian cepat, atau kekosongan dapat terisi kembali sedemikian nyatanya. Mungkin karena aku memang tidak pernah memiliki. Bagaimana aku bisa kehilangan sesuatu yang sejak awal tidak kumiliki?
Ketika dia menyapaku hangat, satu-satunya hal yang dapat kulakukan adalah menyambut sapaannya. Menikmati kebersamaan sembari mencoba memastikan "click" sound itu memang ada. Is it the sound that I've been looking for? Somehow I wish...damn wish that he's the one.
Mungkin ini hanya rasaku saja. Sepihak yang tidak terbalas. Namun entah kenapa aku tidak peduli, selama aku boleh menikmati ini sebagai suatu anugerah yang kusyukuri sungguh. Dalam kegamangan rasa aneh ini aku mencoba mengukur dan menimbang. Dan aku tidak menemukan jawaban pasti.
Aannywaay, akhirnya aku tiba juga di Nias. Berminggu-minggu mencari justifikasi dan alasan untuk menunda. Well, here I am... amidst the agas and the semalambua. Nias, pulau dengan penduduk miskin dan udara panas. Sungguh tidak sebanding dengan kecantikan pantai dan kulit putih para gadisnya.
Aku masih belum memegang peta yang jelas untuk perjalananku kali ini. Tapi aku akan terus berjalan, meskipun meraba. Mencoba belajar hal baru, membiarkan jiwaku teruji dan otakku tertantang. Satu hal yang aku tahu, ini akan sulit dan penuh masalah. Tapi biarlah, bukankah burung pipit yang kecil saja dikasihi Tuhan?
Dan aku berdoa, demi detik yang telah terlewatkan bersama, demi detik yang lain yang kan kulalui tanpanya, demi entah kapan detiknya dan detikku akan menyatu kembali. Apakah masih mungkin?
Dengan penuh syukur dan harap, meskipun tidak berani meminta lebih dari saat ini. Memohon agar keindahan matahari kali ini menjadi milikku dan bukan sekedar imaginasi aneh yang sesaat mampir.
Luv,
-onk-
Saturday, September 15, 2007
it's over
September 15, 2007 -- my corner,
Dear Luv,
"sahabat dalam keheningan malam, saat kita sungguh tak rela mata terpejam, meski sesaat"
Howdy?
Lagi sibuk ber-training ria ya? hehe...
Dku punya dua berita: satu berita baik dan satu berita buruk. Mau yang mana dulu? Ah pasti yang buruk duluan kan?
My break-up came at last. Yup, am over him. Not only the relationship but him. Jadi mulai empat hari lalu dku secara resmi single, available and fabulous hehe...
And you know what, it's me who planned to talk to him about this, but it is him who spilled the words. Ajaib kan betapa Tuhan menjawab doa-mu, maksudku at least beban utk ngomong bukan di aku hehe... well, mungkin emang harus begini. Sooner better
Another miracle is meskipun sakit dan rasanya pengen mencabik2nya, dku sampai saat ini belom menangis. Hebat kan? well, mungkin nanti. Because I know this moment will come and I have prepared myself since the day I said YES. I was packing and the time to depart is now.
Hidup makin aneh aja, setelah kehilangan tiga partner dku harus kehilangan pacar hehe... well, dku cuma berharap bisa melalui tahun ini dengan baik-baik saja. Jd mungkin pergi ke Nias adalah one of a good escapes, out from this incredible but weird life. Dan semoga, meskipun tidak adil, pekerjaanku di Nias yang berlipat ganda dan somehow impossible tasks itu bisa jd pelarian dari kehilangan orang-orang yang semula sungguh kuharapkan dapat berbagi dunia denganku.
Anehnya dku juga merasa sebagian diriku hilang... rasanya mati rasa aja.
Berita baiknya adalah dku sepenuhnya menyadari kalau aku mengejar matahari yang absurd yang ternyata bukan untuk menerangi duniaku. Jadi aku akan mulai mengejar matahari yang lain, matahari yang memang diciptakan untuk menerangi duniaku. Dunia nyata tempatku hidup dan berproses. Bukan dunia angan-angan tempatku mendamba keajaiban peri yang mencegahku menjadi dewasa. Meskipun sungguh aku tak mau dewasa.
Kamu tidak akan pergi juga kan? Meskipun kamu pernah pergi.
lots of love!
-onk-