Showing posts with label menjadi bunda. Show all posts
Showing posts with label menjadi bunda. Show all posts

Tuesday, September 7, 2010

kembung

Dear Luv,


It was a clear night. The air was fresh but pretty cold since the afternoon. We had fun since the day, Little Red was satisfy and happy, ketawa-ketiwi seakan kami adalah komedian paten.

Lalu datanglah kegelapan, dia mulai gelisah. Bukan, bukan karena gelapnya malam, karena lampu rumah menyala terang benderang dan boksnya pun memiliki penerangan tambahan sebagai penghangat seperti di penetasan telur -which is cenderung menyilaukan but he loves it so let it be lah.

Jam 8 malam Little Red bangun, lalu menyusu seperti biasa. Setelah nyusu dia main-main. Selalu minta diajakin ngobrol atau menyanyi. Pernah Omi usul supaya dia diperdengarkan siaran radio, siaran berita tepatnya, biar nambah wawasan sekalian. To be noted: Omi mengusulkan ini dengan nada serius. Si radio tua yang udah naik ke gudang pun turun tahta ke lantai kamar Little Red, kembali dihidupkan. Meskipun setelah dicoba itu radio uzur berbunyi, Little Red memilih siaran musik ketimbang berita. Oh well.

Sampai jam 9 malam Little Red mulai bosan dengan 2 penyiar kesayangan, Ayah dan Bunda. Mulutnya yang semula tersenyum mulai merapat dan garis lengkungnya mengarah ke bawah. Oh oh Little Red mulai merengek. Semula rengekan biasa kusumbat dengan puting susu. tapi kali ini ditolak mentah-mentah. Dicoba lagi kujejalkan ke mulut mungilnya, dan dengan ajaib kembali ditolak. Oh no! Ini pertanda buruk. Ayah menggendongnya sambil meninabobokan, semakin semangat kami bernyanyi semakin Little Red memberontak. Rengekan meningkat intensitasnya menjadi tangisan dan tidak sampai 3 menit naik derajat lagi menjadi jeritan pilu menyayat hati.

Ayah dan Bunda yang semula telah mendadak dangdut, rock, pop, blues, jazz dll demi menghibur hati ananda kini mendadak panik. Dengan kepercayaan diri yang tinggi dan rasa sotoy abis kuletakkan Little Red di kasur, kubuka semua bajunya dan kutepuk perutnya dengan jari, lalu terdengarlah: bung..bung... oh ah my little boy kembung. Keluarlah minyak sakti paduan antara boreh dan minyak telon. Kami gosokkan ke perut dan punggung bawahnya sambil kami pegangi jemari mungilnya.

Satu menit, lima menit masih menjerit memilukan. Sepuluh menit kemudian mulailah keluar si angin jahat bernama kentut. Ampun baunya, seperti telur busuk. Bunyi panjang dari telur-telur busuk yang satu demi satu keluar itu ternyata membawa kebahagiaan bagi my Little Red. Jeritan pilu menyayat hati serta merta berhenti. Tidak sampai 5 detik si ugal-ugil kembali tersenyum. Olala... Setelah puas memproduksi angin beraroma telur busuk my Little Red kemudian ingat bahwa ia haus. Kali ini tidak menolak kususui. Aah leganya... Little Red pun tertidur karena lelah dan kenyang.

Besoknya kala kami menjemur Little Red beberapa tetangga yang lewat bertanya, kenapa semalam menangis keras? Habis imunisasi ya? Susunya keluarnya sedikit ya? Kedinginan? Digigit semut atau nyamuk kali... dan berjuta pertanyaan lain yang serasa menjadikan kami tertuduh penganiaya bayi.



... and let our minds open, evolve and produce.
luv,

-onk-


Thursday, May 6, 2010

:: a privilege of being an expectant #4: shopping time ::

Dear Luv,

Gak terasa udah masuk bulan ke-8. Selain badan udah terasa berat dan harus banyak istirahat, ini jg berarti: BELANJA! yayayay...

Baju-baju kecil, grita, popok, sarung tangan - sarung kaki... and all those little cute things aaaw... membuatku lupa akan kondisi fisikku. Setiap kali berhenti dan mengamati item tertentu, aku terpukau, this is it, I'm shopping for my child. Berbeda rasanya dengan ketika membeli barang atau kado untuk diri sendiri, atau bahkan untuk suami. Kali ini aku memilih barang untuk seseorang yang sedang ada dalam perutku. Kyaa...!

Well of course, for me all colors have no sex, jd asal bahannya bagus, harga terjangkau dan sesuai kebutuhan, no matter what color, I bought them. But when I came to ribbon-decorated little shoes, aku jd bertanya, warna gak masalah tapi pita? Hmm... kalau nanti anakku laki-laki maka anggap aja ini pelajaran pertama tentang being-gender-neutral hahaha...

Eniwei... setelah sekitar sejam menelusuri lantai yg khusus untuk perlengkapan dan peralatan bayi, aku turun untuk mencari hal lain. Baru saja browsing, eh pandanganku gelap. Ternyata aku kecapekkan hehehw... mata berkunang-kunang tanda aku harus mengakhiri sesi belanja pertama ini.

Hmm... harus mengingat tentang keterbatasan energi lain kali. Alrite, that's all for now, I'll see you in the next (shopping) session :)



luv,
-0nk-

Tuesday, March 30, 2010

:: privilege of being an expectant #3 -- ... and the child moves *ouch...!* ::

... and the child moves *ouch...!*



Dear Luv,

"Red moves!" I cried a few weeks ago. It was an amazing experience :) Ayah and I were startled to see spasms on my womb. And to feel it moved.

"Cute," he said.
"Strange," I said.

It was a total happiness, to realize there is life inside of me, to feel it, to have it. Something I never thought before, something far from my imagination. None of my sense could explain such feeling, though I feel it. And by the day, the moves are stronger and more frequent. The more Red moves, the more Ayah and I realize how much we love Red.

As now, when I'm typing this, Red's moving in my womb.


...wish you were here with us, to feel Red.


luv,

-onk-

Tuesday, March 2, 2010

:: Privilege of Being an Expectant #2 -- baby fat ::

Dear Luv,


Gak terasa udah mau masuk trimester ketiga, hmm... cepet banget ya, perasaan baru kemarin morning-till-you-drop sickness deh. Enggak terasa juga udah dua bulan wira-wiri Jogja-Solo, hehehe... berdesak bersama di kereta sejak matahari masih baru muncul sampai udah mau tenggelam. Enggak nyangka, aku bisa :) Kupikir dulu pas masa bedrest bakalan kayak gitu terus, ternyata malah sebaliknya. Semoga trimester berikutnya juga as good as this one, even better. Soalnya bulan-bulan ke depan udah mulai muter ke lapangan :)

Well, eniwei... tadi pagi pas berangkat di kereta aku baru menyadari sebuah perubahan lagi di badanku. Emang sih, banyak literatur yang bilang soal ini itu. Nah, tadi baru aku mengamati kalau jari-jariku menggemuk, banget. Tapi anehnya siang ini dia mengurus lagi, hmm... should I ask the doctor about it?

Selain bertambahnya baby fat (yang sebenarnya enggak seberapa di badanku) akibat nafsu makan gila-gilaan, juga mengakibatkan heartburn. Dan lagi panasnyaa... aduh mulai kepanasan lebih gampang ngerasa sumuk dan sumpek ketimbang si ayah yang biasanya gampang kepanasan. Jadi tidur pun mulai pindah, keluar dari kamar, boyongan alat tidur ke ruang tengah yang lega udaranya hahaha...

Hmm... gotta split now, musti nyelesaikan beberapa hal sebelum berdesak lagi di kereta :)


... oh how I love this kid from the moment I knew he/she's there.

cheers,
-onk-





Tuesday, February 16, 2010

:: Privilege of Being an Expectant #1 ::



Dear Luv,

It's my 22nd or 23rd (?) week, and I kinda enjoy this moment. Well, I never thought that being pregnant can be this lovely -remembering my first trimester, duh! As some said, second trimester is the lightest term of pregnancy. Regardless the headache and nausea, I start to eat a lot.

My body has changed, people now can see my big womb and chubby cheek. As they recognize me being pregnant, they start to give special attention. Oh you know what, it's quite fun actually.

Do you see the banana above? Yup, a friend gave it to me this morning. I asked one or two pieces, I got a cluster instead :) Last week, I asked one or two pieces rambutan, and they gave me a kilo. Perhaps they think that I need lots of certain thing that I asked, when I actually wanted to taste a bit only.

Oh I wish my baby is fine inside me, I really... really happy for his/her presence.
Thanks God.

banana cheers,
-onk-