Tuesday, March 13, 2007

trusting you?

March 13, 2007


Dear Luv,

How's life?
Hope your life is not as blue as mine.

Seringkali kita tidak tahu apa yang kita inginkan, sehingga waktu kita dapatkan rasanya malah berat. Dan aku sepertinya selalu tersesat di labirin yang sama. Merindukannya dalam setiap nafasku tapi tak sanggup menahan pekat aromanya yang merasuk. Pahit!

Aku sudah di Jogja, back to another swamp-shit. Kembali dalam keremangan sadarku. Jogja adalah di mana aku tidak bisa melihat hadirku dengan jernih.

Aku belum bisa percaya padanya, Luv. Entah kenapa, mungkin karena semua masih terlalu cepat, mungkin karena dia seorang yang asing, mungkin karena aku takut terluka lagi, dan mungkin karena dia terlalu mirip denganmu. Dan celakanya, aku semakin mencintainya tanpa berpijak pada kenyataan yang semakin menyakitkan. Sama seperti dulu aku pernah mencintaimu.

Kesedihan yang sama, ketersesatan, ketakutan, kebingungan dan kecemasan yang sama. Dan aku semakin gelisah. Ternyata benar, meski aku masih mencari tawamu, aku lebih menggigil dalam kehangatan peluknya.

Dia yang sering merengkuhku, apa namanya?


lost in my state of mind,
-onk-

Saturday, March 10, 2007

akankah aku menggigil dalam pelukannya?

March 09, 2007


Dear Luv,

Sejuta topan badai...! makimu, menirukan tokoh legendaris dalam serial Tintin kala aku menceritakan tentangnya. Kamu tertawa, aku suka dan aku juga tergelak. Membuat semuanya mudah, ringan tanpa rikuh.

Maaf, katamu. Maaf karena dulu banyak kesalahan kita buat. Jangan ulangi lagi, pesanmu. Aku usahakan, jawabku ragu karena aku masih sering tersesat di jalan yang sama.

Terima kasih, kataku untuk semua yang pernah kita alami. Semuanya indah. Dan kini bantu aku melewati babak baruku bersamanya. Meskipun kamu juga tetap menjadi yang tercinta, tempatku lari dan mencari tawa.

Dalam kerinduan akan tawamu, akankah aku menggigil dalam pelukannya?

luv,

-onk-

Monday, March 5, 2007

my fuckin' little world -- part two

March 04, 2007

Dear Luv,

Yup I'm still in Tangerang, masih berkutat dengan kaum miskin kota yang menyedihkan. Menyaksikan mereka terhimpit beton dan aspal bukanlah pemandangan yang menyenangkan. Aku mual.

Namun celakanya aku menjadi salah satu penikmat hutan beton dan segala isinya itu, membutakan mata sejenak demi kenikmatan hedonisme sesaat. Gila, aku rasa aku semakin gila di sini.

Kali masih hitam, warnanya semeyakinkan aromanya. Mereka mengisapnya, masuk ke paru-paru demi memompa jantung, agar bisa bertahan hidup.

Luv, I think I'm in more than just a crush. Celakanya, apa yg kutakutkan terjadi. He has the same thing in his mind as in mine. Jd resmilah aku masuk ke lobang yang sama, ouch.. it's hurt.
Lucunya, kali ini benar-benar seorang yang asing. Fiuh! so fuckin' nekat ya. But I have to do this, logikaku membenarkan. Aku harus belajar dan terus belajar mencintai orang lain selain kamu. Kita sudah sepakat untuk tidak stagnant bukan? Jadi senang rasanya mengetahui bahwa aku jatuh cinta lagi.

Can't wait to share you this awesome feeling. And please be happy for me Luv!

Luv ya both,

-onk-