Saturday, March 10, 2007

akankah aku menggigil dalam pelukannya?

March 09, 2007


Dear Luv,

Sejuta topan badai...! makimu, menirukan tokoh legendaris dalam serial Tintin kala aku menceritakan tentangnya. Kamu tertawa, aku suka dan aku juga tergelak. Membuat semuanya mudah, ringan tanpa rikuh.

Maaf, katamu. Maaf karena dulu banyak kesalahan kita buat. Jangan ulangi lagi, pesanmu. Aku usahakan, jawabku ragu karena aku masih sering tersesat di jalan yang sama.

Terima kasih, kataku untuk semua yang pernah kita alami. Semuanya indah. Dan kini bantu aku melewati babak baruku bersamanya. Meskipun kamu juga tetap menjadi yang tercinta, tempatku lari dan mencari tawa.

Dalam kerinduan akan tawamu, akankah aku menggigil dalam pelukannya?

luv,

-onk-

Monday, March 5, 2007

my fuckin' little world -- part two

March 04, 2007

Dear Luv,

Yup I'm still in Tangerang, masih berkutat dengan kaum miskin kota yang menyedihkan. Menyaksikan mereka terhimpit beton dan aspal bukanlah pemandangan yang menyenangkan. Aku mual.

Namun celakanya aku menjadi salah satu penikmat hutan beton dan segala isinya itu, membutakan mata sejenak demi kenikmatan hedonisme sesaat. Gila, aku rasa aku semakin gila di sini.

Kali masih hitam, warnanya semeyakinkan aromanya. Mereka mengisapnya, masuk ke paru-paru demi memompa jantung, agar bisa bertahan hidup.

Luv, I think I'm in more than just a crush. Celakanya, apa yg kutakutkan terjadi. He has the same thing in his mind as in mine. Jd resmilah aku masuk ke lobang yang sama, ouch.. it's hurt.
Lucunya, kali ini benar-benar seorang yang asing. Fiuh! so fuckin' nekat ya. But I have to do this, logikaku membenarkan. Aku harus belajar dan terus belajar mencintai orang lain selain kamu. Kita sudah sepakat untuk tidak stagnant bukan? Jadi senang rasanya mengetahui bahwa aku jatuh cinta lagi.

Can't wait to share you this awesome feeling. And please be happy for me Luv!

Luv ya both,

-onk-

Friday, March 2, 2007

my fuckin' little world

March 01, 2007

Dear Luv,

Dku masih terjebak di panasnya kota Tangerang, tiap hari turut serta menyumbang kemacetan tol Jakarta - Tangerang.

Dari satu lorong ke lorong lain, menyelinap di antara padatnya Jakarta. Menyaksikan kesenjangan sosial yang mencolok mata. Pedih!

Kali yang menghitam karena limbah pabrik, tersendat, macet, stagnan, meluap. Lupakan saja kenangan memancing ikan di bening airnya 10 tahun silam. Melihat kondisinya sekarang siapa yg bakalan percaya cerita lalu itu. Sungai yang lain tidak lebih baik, meluapkan air coklatnya di sana-sini. Menghanyutkan hampir semua kecuali penyakit.

Aku sedih dan kangen, Luv.
Kangen rumah, kangen kamu, kangen dia yang kini menemaniku bernapas dalam kesesakan duniaku. Yup, mulai hari ini dia resmi menemaniku melangkah, lucu ya.. akhirnya aku kembali menapaki rasa yang sama.

Apakah aku bahagia?
Tentu saja Luv, siapa sih yg enggak seneng kalau ada yang bisa dijadikan tempat bersandar? Doakan ya Luv.

Dalam kesesakan duniaku yang semakin asing.

wish I can share you this feeling.

-onk-