February 05, 2007
Dear Luv,
Huwaaaduh... aku jatuh lagi, kali ini di lereng Parang'ndog yanga aduhai. Kamu pasti bakalan ketawa. Kamu selalu begitu, tidak pernah marah tidak pernah mengeluh, tapi tertawa, kamu selalu ngetawain aku, kebodohanku dan apapun yang mengikuti tingkahku. Itukah dulu salah satu caramu mencintaiku?
Dan kini, setelah satu minggu lebih, entah kenapa sakitnya masih terasa. Kurasa sejak luka yang lain itu sulit sembuh, bagian tubuh yang lain ikutan jadi manja. Tapi aku menikmatinya, meski jatuh dan sakit, aku belajar merasakan sakit itu. Ada satu rasa yang kembali hadir, aku merasa bahwa aku masih hidup. Paling tidak ada hal lain yang menggugah jiwaku, membangunkanku dari angan itu dan menarikku kembali ke duniaku.
Dan aku juga kembali jatuh cinta. Mungkin kamu akan kembali tertawa lebih keras, tapi sungguh, aku pun tak menyangka. Tapi cinta ini adalah untukku sendiri, sesuatu yang menyenangkan yang akan kusimpan dalam hati dan takkan aku rela membaginya. Kali ini, aku memiliki rahasia darimu.
Dalam kerinduanku padamu dan padanya, love you both!
-onk-
Tuesday, February 6, 2007
Ouch... It's hurt!
Saturday, February 3, 2007
Horraay..!!!
February 02, 2007
Dear Luv,
Congrats bro!!
You've made it, eventually.
You had no idea how nervous I was, or you had?
Jadi gimana rasanya? Lega katamu? Wait 'till you miss the sense of being there, in that thousands-of-windows. Well, I miss it a lot. I do. I don't feel living as live as I was there.
Yet, the show must go on.
Luv, I think I'm in crush.
Horraaay...!! you'll say that, won't you?
Eventually, isn't?
With whom? you asked.
With an ordinary guy from another planet, almost the same planet as where you belong to. Worse, I'll have exactly the same problem as what I had with you if he has the same thing in his heart as in mine. I never learn from experience, did I? Ah ya sudahlah, toh belum tentu dia bakalan memiliki hal yang sama kan. Aku juga pikir ini baik, at least I have someone but you in my mind, my soul, and in every breath I take. We'll see where this feeling will lead me.
in many...many...imagination about life, miss you still.
-onk-
Thursday, January 18, 2007
resolusi tahun ini: membuat resolusi (?)
January 17, 2007
Dear Luv,
Januari sudah melangkah ke pertengahannya dan lihatlah, belum satu resolusipun yang kubuat. Bahkan tidak resolusi tahun lalu kutulis ulang. Bagaimana aku bisa beresolusi untuk melupakanmu padahal kamu ada bersamaku di saat aku menetapkan waktu untuk menulis resolusi itu? Hari itu seharusnya kamu tidak ada di sana, di awal tahun itu seharusnya kita tidak bertemu, sehingga aku bisa masuk ke dunia sepiku dan menulis --sebuah resolusi untuk melupakanmu. Dan tentu saja, percakapan kita tentang dunia kita selepas pertemuan itu --yang seharusnya memudahkanku untuk melupakanmu dan seperti yang selalu kukatakan bahwa memang sudah saatnya kita saling melangkah meninggalkan apapun yang menahan kita-- ternyata justru semakin mengikatku pada sebuah doa yang bahkan tidak berani kuucapkan.
Dunia sepiku, ah entah bergulir kemana dia. Sudah sekian bulan aku terlalu lelah untuk menapaki setapak itu menuju kesana. [ ini menjelaskan kenapa tulisan tentang Lhoks, Davao dan Natal belum jadi kutuliskan ]. Hujan musim ini pun aneh, cepat sekali berakhir --atau belum? Kalaupun dia turun, tidaklah seramah biasanya. Keramahan hujan yang selalu kutunggu, keramahan hujan yang membuatku merindukannya. Dan aromanya setelah itu... Mungkin dunia sepi-ku juga menanti hujan yang ramah sehingga dia akan bergulir keluar dari persembunyiannya dan mendekapku erat.
dan apa resolusimu tahun ini?
Luv,
-onk-